Rawon

Makanan Khas Lamongan

Makanan Khas Lamongan – Ketika kita menikmati waktu libur di suatu daerah tanpa mencicipi makanan khas daerah tersebut, sudah pasti kurang lengkap rasanya.

Ditambah lagi jika kita mendapatkan informasi bahwa terdapat kuliner legendaris dan lezat dari tempat tersebut, maka tidak mudah bagi kita untuk bisa menemukannya di tempat lain.

Selain bisa mengenyangkan perut dan memuaskan lidah, berburu aneka kuliner khas dari satu daerah juga bisa menjadi kegiatan yang sangat berkesan dan tak terlupakan.

Nah, tujuan wisata kuliner selanjutnya yang wajib Sahabat Medistia coba adalah makanan khas Lamongan. Berikut ini daftar makanan khas Lamongan yang wajib untuk kamu coba ketika berada disini!

1. Soto Lamongan

Soto Lamongan

Hayoo, siapa diantara kalian yang belum mengetahui atau tidak mengenal makanan yang bernama soto? Sudah pasti kata soto tidak asing di telinga masyarakat Indonesia, contohnya saja seperti yang pernah kita bahas yakni soto kriyik yang berasal dari Prubalingga, dan juga soto kerbau yang berasal dari Kudus. Namun ada satu soto juga yang tidak kalah terkenalnya, yakni soto Lamongan.

Kuliner berkuah yang satu ini sangat terkenal karena citarasanya yang sangat khas dan pastinya sangat lezat.

Terkadang ada dibenak kita mempertanyakan kenapa sih kuah soto Lamongan selalu berawarna kuning? Hal itu disebabkan karena bumbu koyanya. Koya pada soto Lamongan dapat memberikan sensasi gurih yang dominan dan membuat soto Lamongan menjadi semakin enak untuk dinikmati.

Menu tambahan lainnya yang selalu hadir di setiap soto adalah suwiran daging ayam, irisan tomat, irisan daun kol, mie bihun, daun bawang, dan pastinya ada potongan setengah telur rebus.

Dan yang tidak boleh dilupakan untuk meningkatkan citarasa dari soto adalah sambal, dan kerupuk.

Kamu wajib mencoba makanan khas Lamongan ini jika kamu berlibur atau berkunjung kesini. Untuk harga satu porsi soto Lamongan sekitar Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per porsinya.

2. Nasi Boranan

Nasi Boranan

Kuliner khas dari Lamongan yang akan kita bahas selanjutnya adalah nasi boranan. Kamu pasti bertanya-tanya, kok namanya unik dan asing banget. Ada cerita dibalik setiap nama, dan itupun tak lepas dari nama kuliner ini. Boran adalah nama tempat untuk menyimpan nasi yang hampir sama dengan bakul lalu digendong. Dari situlah nama dari kuliner ini tercipta.

Yang masih belum tahu apa itu nasi boranan, akan Medistia jelaskan. Nasi Boranan adalah nasi campur yang berisikan berbagai macam lauk pauk dan rempeyek. Tidak sama dengan nasi uduk yang memberikan kerupuk diatasnya. Akan tetapi, nasi boranan menjadikan rempeyek sebagai menu pelengkap sajian saja.

Kalau kamu gak tahu apa itu rempeyek, berarti mainnya kamu kurang jauh (kata anak jaman now). Baiklah, akan mimin jelaskan. Rempeyek ialah sejenis kerupuk yang memiliki rasa renyah dan terbuat dari tepung beras yang diberi bumbu lalu digoreng. Pada umumnya, rempeyek memiliki banyak topping yang dicampur ke dalam adonan seperti kacang hijau, kacang tanah, udang, dan masih banyak lainnya.

Menu kuliner khas Lamongan ini sangat tepat untuk kamu konsumsi sebelum kamu beraktifitas dan pastikan bahwa kamu membawa uang lebih karena Medistia yakin kamu akan ketagihan.

Kamu bisa mendapatkan 1 porsi nasi boranan dengan harga Rp 10.000 sampai Rp 15.000.

3. Wingko Babat

Wingko Babat

Makanan khas Lamongan yang ke-3 adalah wingko babat. Jajanan khas ini selalu jadi primadona untuk dinikmati bersama dengan teh ataupun kopi, atau kamu juga bisa membawa wingko babat ini sebagai buah tangan.

Kita juga akan membahas kenapa diberi nama wingko babat. Babat nama dari sebuah wilayah kecil yang ada di Lamongan. Dan wingko memiliki makna makanan kecil ataupun camilan yang sangat mudah untuk kamu bawa kemana-mana.

Wingko babat sendiri terbuat dari bahan-bahan yang berasal dari kelapa parut, tepung ketan, dan juga penyedap rasa. Citarasa yang dihasilkan dari jajanan ini sangat beraneka ragam, ada rasa guri dari kelapa serta tambahan tepung ketan membuat dominasi citarasa yang kental dari wingko babat.

Kamu bisa mendapatkan jajanan ini dengan harga Rp 20.000 – Rp 30.000/kemasan.

4. Jumbrek

Jumbrek

Jumbrek adalah makanan khas Lamongan ke-4 yang akan kita bahas.

Jumbrek merupakan penganan yang bisa kamu nikmati ketika kamu berwisata sekaligus mengenyangkan perut kamu ketika lapar.

Bahan dasar untuk pembuatan jumbrek cukup lumrah, seperti tepung beras, gula merah siwalan, dan santan kelapa. Apabila memasuki musim nangka, biasanya jajanan ini akan dikombinasikan dengan potongan nangka dan citarasanya akan meningkat jauh lebih enak (apalagi buat mimin Vivi yang suka banget sama nangka, pasti berburu jajanan ini).

Setelah itu, dibungkuslah jumbrek dengan menggunakan daun lontar yang dibentuk seperti kerucut, dan kemudian dikukus.

Pastikan bahwa dirimu tidak melewatkan makanan ini ya, nanti kamu nyesel.

Kamu bisa mendapatkan makanan ini dengan harga rata-rata Rp 20.000 hingga Rp 30.000/bungkusnya yang biasanya berisi sekitar 10 biji jumbrek.

5. Tahu Campur Khas Lamongan

Tahu Campur Khas Lamongan

Masih membahas tentang dunia kuliner khas Lamongan yang tidak kalah lezatnya, yakni tahu campur.

Mungkin kamu sering atau bahkan pernah mencoba makanan ini, banyak sekali jenis tahu campur yang ada di negeri tercinta kita. Akan tetapi, ada ciri khas tersendiri mengenai citarasa yang dihasilkan dari tiap tahu campur tersebut.

Lantas, apa yang jadi pembeda tahu campur khas Lamongan dengan yang lainnya? Bedanya adalah adanya petis udang dan juga perkedel yang tercipta dari kacang tolo yang biasa dikenal dengan lentho.

Kamu dapat membeli tahu campur khas Lamongan ini di pedagang keliling ataupun rumah makan yang ada di Lamongan dengan harga mulai dari Rp 7.000 sampai Rp 20.000/porsi, harga ini juga tergantung dari tempat dimana kamu membeli.

Yuk, baca juga : 

6. Dawet Siwalan

Dawet Siwalan

Kuliner ke-6 yang akan kita bahas adalah minuman. Nama dari minuman ini adalah dawet siwalan. Minuman ini menjadi pilihan yang pas untuk menemani kamu ketika selesai menyantap berbagai macam makanan khas Lamongan.

Kata siwalan yang terdapat pada nama minuman ini bukan hanya sekedar nama. Siwalan adalah buah yang telah dicampur dengan es dawet ini. Siwalan sendiri adalah nama pohon yang kerap disebut dengan pohon lontar. Tanaman yang satu ini sangat mudah kamu jumpai di sekitar pesisir utara Pulau jawa.

Dawet siwalan dapat kamu buat sendiri dengan beberapa bahan ini, seperti tepung beras, gula merah, buah siwalan, dan juga santan kelapa. Hal yang membuat istimewa dari minuman ini adalah buah siwalan yang ada didalamnya.

Apabila kamu tengah malas atau tidak ingin menghabiskan waktu untuk membuat minuman ini, kamu bisa membelinya di daerah Paciran. Harga untuk 1 gelasnya hanya Rp 4.000 – Rp 10.000.

7. Marning Khas Lamongan

Marning Khas Lamongan

Marning adalah makanan khas Lamongan yang membutuhkan jagung sebagai bahan utamanya. Jagung yang telah dikeringkan diberi bumbu lalu digoreng hingga menjadi garing dan ini membuat citarasa gurih, asin, sekaligus renyah.

Makanan yang satu ini sangat pas untuk dijadikan sebagai teman bersantai sambil menikmati lingkungan sekitar. Tapi, kamu juga bisa membawa marning ini sebagai oleh-oleh untuk yang dirumah.

Kamu bisa mendatangi sebuah home industry jagung marning Kak Ron yang berada di Pucuk. Disini, kamu bisa mendapatkan marning dengan harga sekitar Rp 13.000/kilogram, ingat ini KG bukan bungkus ya. Jadi bisa mendapatkan lebih murah jika kamu beli disini.

8. Asem Bandeng

Asem Bandeng

Makanan khas Lamongan yang satu ini masuk dalam kategori seafood yang sangat menggiurkan, yakni asem bandeng. Walau memiliki nama kuliner asem bandeng, makanan yang satu ini tidak begitu asam namun memiliki rasa dominan pada gurih dan asin.

Asem bandeng sendiri tercipta dengan bahan utama bandeng yang telah dimasak dengan menggunakan kuah bening dan juga rempah pilihan.

Nasi hangat dapat menjadi pelengkap dari kenikmatan kuliner yang satu ini. Olahan kuah bening yang menggunakan daging pada umumnya disebut dengan “asem-asem” atau “aseman”.

Harga yang harus kamu keluarkan untuk bisa mendapatkan kuliner ini adalah Rp 6.000 – Rp 10.000/porsi.

9. Perkedel Lamongan

Perkedel Lamongan

Perkedel Lamongan adalah menu kuliner yang akan kita bahas di sesi ke-9 ini. Nama perkedel sendiri sudah sangat tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Biasanya, perkedel dihidangkan sebagai makanan pelengkap atau bisa juga sebagai lauk dalam menu makan sehari-hari.

Tidak jauh berbeda dengan perkedel lainnya. Akan tetapi, perkedel asal Lamongan ini mempunyai warna yang jauh lebih kuning jika dibandingkan dengan perkedel lainnya.

Jadi, jangan sampai kamu melewatkan perkedel asal Lamongan ini ya, karena rasanya tidak kalah dengan kuliner yang lain (jaminan halal dari mimin).

10. Rawon

Rawon

Apabila kamu seorang yang suka makanan berkuah, kamu tidak perlu khawatir ketika kamu berada di Lamongan. Karena di Lamongan juga terdapat kuliner yang berkuah seperti rawon. Rawon selalu ada di setiap rumah makan tradisional ataupun pedagang kaki lima yang berada di pinggir jalan.

Rawon adalah salah satu makanan berkuah yang mempunyai kuah berwarna hitam yang tercipta karena kluwak.

Citarasa yang dimiliki rawon sangatlah menyegarkan dan lezat, ditambah lagi dengan nasi hangat, membuat kuliner ini semakin nikmat untuk disantap ketika cuaca sedang dingin.

Tetapi, ada nih perbedaan yang cukup mudah kamu kenali dari rawon khas Lamongan dengan rawon lainnya, yakni pemberian kunyit pada rawon. Citarasa khas dari kunyit serta rawon membuat kuliner ini semakin kaya akan rasa rempah dan pastinya sangat lezat hingga membuat kita ingin nambah terus.

Kamu bisa membeli rawon khas Lamongan ini dengan harga sekitar Rp 10.000/porsinya. Untuk harga sepiring nasi sekitar Rp 3.000 – Rp 5.000/porsi.

Pemberitahuan! Semua catatan yang Medistia bagikan adalah data terakhir pada saat tulisan ini tercipta. Apabila terdapat perubahan yang kamu ketahui, tolong informasikan kepada kami melalui kolom komentar di bawah ya. Terima Kasih sobat Medistia.

Leave a Comment