Sate Kerbau

Makanan khas Kudus

Makanan khas Kudus – Kali ini kita akan membahas tentang salah satu kota indah dari Jawa Tengah. Nama dari kota tersebut adalah kota Kudus. Wilayah ini terletak sejauh kurang lebih 60km arah timur dari kota Semarang. Kota indah ini mempunyai banyak sekali makanan khas yang sudah pasti akan sangat disayangkan jika kamu sampai melewatkannya.

Kota Kudus merupakan kota yang populer dengan sebutan Kota Kretek. Kota ini memiliki segudang sejarah yang sungguh luar biasa, contohnya kota Kudus sebagai pusat penyebaran dari ajaran Islam pada abad pertengahan.

Hal ini bisa kamu lihat melalui bangunan 3 makan wali atau sunan, yakni Sunan Muria, Sunan Kudus, dan juga Sunan Kedu. Tidak hanya itu saja, masih banyak tempat bersejarah lainnya yang ada di kota Kudus ini, contohnya Masjid Menara Kudus yang mempunyai sisi arsitektur pada jaman kerejaan Hindu dan Budha yang saat ini ramai dikunjungi sebagai tempat berziarah makam Sunan Kudus.

Bila kita menilik kembali mengenai sejarah tentang berdirinya kerjaaan Hindu di daerah Kudus, maka keseharian masyarakat akan kita temui. Dalam kehidupan bermasyarakat di Kudus, ada banyak masyarakat yang mengonsumsi daging kerbau sebagai lauk pauk mereka.

Hal inilah yang menyebabkan kenapa masyarakat Kudus selalu menggunakan daging kerbau sebagai bahan utama dalam menu kulinernya. Hal ini selalu dijaga dan dilestarikan hingga saat ini. Sehingga jangan kaget bila kamu menemukan berbagai macam kuliner yang didominasi oleh campuran daging kerbau.

Sudah menjadi hal umum jika seorang pemburu kuliner pergi ke suatu daerah untuk mencicipi wisata kulinernya. Apalagi, jika kuliner tersebut tidak bisa dijumpai di tempat lain seperti di kota Kudus ini. Berikut informasi lengkap mengenai makanan khas Kudus yang wajib kamu coba ketika berkunjung kesini!

1. Lentog Tanjung

Lentog Tanjung

Sedikit cerita mengenai sejarah kuliner yang satu ini. Kuliner yang satu ini ternyata sudah ada pada tahun 1970 yang bertempat di sekitar daerah Tanjung. Pada mulanya, sang penjual menjajakan dagangannya dengan cara berkeliling menggunakan pikulan. Akan tetapi, seiring dengan banyaknya para pembeli, pedagang memutuskan untuk berhenti berjualan dengan cara berkeliling dan membuka tempat jualan sendiri.

Salah satu contoh warung Lentog Tanjung yang sangat populer adalah warung milik Ibu Sudiyati, beliau memulai usaha ini ketika masih remaja dan yang meneruskan usaha ini adalah keluarganya.

Kuliner ini sangat pas untuk dijadikan sebagai menu sarapan dan juga makan siang yang dapat kamu nikmati mulai dari jam 6 pagi sampai jam 1 siang. Makanan ini bisa kamu dapatkan hanya dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 4.000 saja!

Makanan ini hampir sama dengan sayur lodeh dan memiliki rasa kuah yang sedap, kuah santan yang telah tercampur dengan bumbu pilihan seperti bawang putih, bawang merah, lengkuas, kemiri, jahe, lada, dan juga penyedap rasa yang telah dikombinasikan dengan nangka muda serta campuran potongan tahu, membuat para penikmatnya tidak merasa bosan untuk mencicipi kuliner ini.

Apabila kamu merasa tidak puas menyantap Lentog dengan porsi yang biasa, kamu juga bisa menambahkan berbagai macam menu lauk pauk yang telah disediakan oleh warung ini. Contohnya seperti bakwan, sate ati, sate usus, ataupun sate telur puyuh.

Harga untuk 1 tusuk sate dihargai Rp 1.000 saja. Tentu harga ini sangat murah dan memuaskan.

2. Swike Mentok

Swike Mentok

Kuliner selanjutnya yang akan kita bahas adalah Swike Mentok. Bagi kamu yang suka sekali dengan kuliner atau olahan swike, wajib untuk kamu mencicipi kuliner lezat ini.

Swike Mentok biasanya ada di Desa Gridig gang 18 yang sudah ada sejak 2009. Warung makanan yang mengolah swike adalah milik bu Rosidah yang telah menyediakan berbagai macam menu olahan swike seperti Swike Mentok dan Swike Kodok.

Kalau membahas soal swike, pasti yang terlintas di benak kita adalah Swike Kodok. Akan tetapi, ada yang spesial dari warung ini. Warung ini menyediakan swike lain dengan menu daging yang berbeda, yakni daging mentok.

Kamu hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 15.000 untuk bisa menikmati Swike Mentok yang sangat lezat ini. Swike yang berbahan dasar daging mentok ini memiliki tekstur yang sangat lembut dan tidak beraroma amis. Tidak sama dengan olahan kuliner lain yang menggunakan daging mentok sebagai bahan utama.

Pemanfaatan resep yang sudah turun membuat warung ini menjadi sangat terkenal karena keuinikan dan kekhasannya. Warung bu Rosidah ini selalu memasak Swike Mentok dengan menggunakan beberapa bumbu campuran seperti bawang putih, bawang merah, tauco, jahe, garam, lada, gula merah, dan penyedap rasa.

Hasil dari kombinasi daging dan bumbu rahasia ini membuat olahan Swike Mentok menjadi sangat lezat dan khas.

3. Sate Kerbau

Sate Kerbau

Pada umumnya kita sudah terbiasa dengan olahan sate yang berasal dari daging sapi, daging ayam, daging kelinci, ataupun daging kambing. Namun, di Kudus ada sate yang sangat unik dimana bahan utamanya menggunakan daging kerbau.

Salah satu warung sate kerbau yang sangat terkenal di Kudus adalah warung sate kerbau milik pak Min Jastro.

Sate kerbau biasa dihidangkan secara terpisah dengan bumbu sambal khasnya yang mempunyai rasa agak manis. Bumbu sambal untuk sate kerbau ini memiliki bahan utama kacang tanah. Yang membuat unik dari warung milik pak Min Jastro adalah kita bisa mengambil bumbu sate sepuas hati kita.

Berbicara mengenai tekstur, daging kerbau yang dibuat sate mempunyai tekstur yang cukup lunak dan terasa agak pedas.

Bumbu utama dari sate kerbau ini adalah kombinasi rempah-rempah seperti ketumbar yang meresap dengan baik ke dalam daging. Bumbu lain yang bisa kamu temukan pada sate ini adalah bawang putih, jinten, garam, ketumbar, dan pastinya bumbu rahasia racikan dari generasi ke generasi.

Warung pak Min Jastro dapat kamu kunjungi di Jalan Agus Salim, Geta Pejaten yang buka mulai dari jam 8 pagi hingga jam 9 malam. Harga untuk satu porsi sate kerbau adalah Rp 45.000 dengan jumlah tusuk sate sebanyak 10 per porsinya.

4. Soto Kerbau

Soto Kerbau

Makanan khas Kudus selanjutnya yang akan kita bahas adalah soto. Soto khas Kudus ini sangatlah unik jika dibandingkan dengan soto lainnya yang ada di daerah lain. Hal ini disebabkan karena soto Kudus memanfaatkan daging kerbau sebagai lauk utamanya.

Soto ini disebut dengan soto kerbau asli Kudus. Soto ini mempunyai kuah bening yang diberi isian berupa sayuran seperti tauge, daun bawang, nasi, dan taburan bawang goreng sebagai pelengkap rasa.

Tekstur yang dimiliki daging kerbau pada soto ini sedikit kasar ketika berada di lidah, akan tetapi kuahnya yang lezat dan gurih membuat kombinasi kuliner ini sangat nikmat.

Soto Kerbau menjadi salah satu kuliner yang sangat populer untuk dikonsumsi sebagai menu sarapan pagi yang diberi tambahan lauk seperti sate telur puyuh, perkedel, sate kerang, ataupun sate jeroan. Soto Kerbau juga menjadi ikon dari Kudus karena makanan khas Kudus ini telah dikenal sejak puluhan tahun lalu.

Soto Kerbau merupakan kuliner yang cukup mudah untuk kamu jumpai di setiap sudut kota Kudus, entah itu dari restoran ataupun warung tenda yang ada di pinggir jalan. Harga soto kerbau sangat terjangkau bagi masyarakat Indonesia karena kamu hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 13.000 saja.

Yuk, baca juga:

5. Garang Asem

Garang Asem

Kuah asam yang dipadukan dengan tomat segar dan cabe rawit yang pedas menghasilkan sebuah kuliner yang disebut garang asem yang mampu menggugah selera. Kuliner ini dapat menjadi pilihan kamu ketika ingin sarapan di Kudus.

Cita rasa gurih dari ayam yang dipadupadankan dengan kuah asam, segar, dan pedas khas menu garam asem sangat cocok dijadikan sebagai sarapan pagi. Makanan khas Kudus ini dapat kamu jumpai di warung-warung makan ataupun restoran.

Dihidangkan dengan bungkus daun pisang segar membuat kesan etnik yang tak terlupakan. Makanan ini mempunyai rasa yang tercampur padu namun tetap lezat untuk dinikmati.

Salah satu warung garang asem yang sangat terkenal di Kudus adalah Warung Sari Rasa yang berada di Jalan Pantura Agil Kusumadya.

Menu yang paling populer dan laris dari warung ini adalah garang asem ayam kampung. Tidak hanya menyediakan garang asem ayam kampung saja, kamu juga bisa memilih menu lain seperti garang asem jeroan ayam yang tidak kalah lezatnya.

Kamu hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 20.000/porsinya, dan menikmati sensasi garang asem yang lezat sepuasnya.

6. Nasi Jangkrik Godong Jati

Nasi Jangkrik Godong Jati

Makanan khas Kudus yang ke-6 adalah Nasi Jangkrik Daun Jati, nasi hangat yang diberi lauk daging kerbau yang telah dipadukan dengan pedas gurihnya bumbu rempah.

Kuliner ini sangat enak dimakan sebagai menu sarapan ataupun menu makan siang selagi masih hangat dengan dibungkus daun jati yang mempunyai aroma sedap, dan pastinya dapat memanjakan lidah para penyantapnya.

Nama yang dimiliki oleh kuliner ini sangatlah unik, karena makanan ini adalah sajian turun temurun dari dulu yang merupakan kuliner favorit dari Sunan Kudus ketika melakukan penyebaran agama Islam di lingkungan Kudus.

Makanan khas Kudus ini dapat kamu temui di sekitar Masjid Menara Kudus. Daging kerbau yang mempunyai tekstur kasar dapat diolah sedemikian rupa hingga menjadi lembut dan mudah untuk digigit.

Daging kerbau bisa juga digunakan sebagai lauk dalam campuran nasi jangkrik dengan menggunakan bumbu lain seperti cabe merah, lengkuas, santan, dan bawang putih.

Untuk bisa menikmati makanan khas Kudus yang satu ini, kamu hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 7.000 saja.

Pemberitahuan! Semua catatan yang Medistia bagikan adalah data terakhir pada saat tulisan ini tercipta. Apabila terdapat perubahan yang kamu ketahui, tolong informasikan kepada kami melalui kolom komentar di bawah ya. Terima Kasih sobat Medistia.

Leave a Comment